REFLEKSI & TINDAKAN

             Sebelum kita membahas mengenai refleksi dan tindakan, kita harus mengetahui apa arti dari refleksi dan tindakan itu sendiri. Mari kita lihat pengertiannya.
   Refleksi dalam arti paling umum berarti meditasi yang dalam yang bersift memaksa. Atau refleksi bisa juga dalam arti sebagai pembalikkan. Pembalikkan ini merupakan arti refleksi yang sebenarnya. Maka, refleksi secara khusus berarti berpalingnya perhatian seseorang dari objek-objek eksternal yang mendapat perhatian utama dalam soal-soal biasa kepada kegiatan rohani sendiri dan berada dimana objek-objek tersebut dimiliki sebagai objek kegiatan tersebut. Konsep refleksi berpautan dengan konsep kesadaran. Namun, kesadaran belaka akan tindakan-tindakan sendiri tidak boleh disamakan dengan refleksi. Kesadaran kiranya diartikan sebagai perhatian eksplisit terhadap kegiatan-kegiatan dan subyeknya, yakni ego.
   Tindakan adalah sesuatu yang dilakukan; perbuatan.

Pada suatu negara, negara tersebut dikatakan negara maju/berkembang/kaya/miskin tidak bergantung pada umur negara tersebut. Seperti contohnya negara India dan Mesir, dimana umur negara-negara tersebut sudah lebih dari 2000 tahun, tetapi mereka tetap miskin. Berbeda halnya dengan negara Singapura, Australia, dan New Zealand dimana negara-negara tersebut umurnya kurang dari 150 tahun mereka merupakan bagian dari negara maju di dunia, dan penduduknya tidak lagi miskin.

Setiap negara tentu memiliki ketersediaan Sumber Daya Alam (SDA), akan tetapi hal itu tidak menjamin menjadikan negara tersebut kaya atau miskin. Misalnya saja Jepang, mereka mempunyai wilayah yang sangat terbatas, 80% daratannya berupa pegunungan, tidak cukup untuk meningkatkan pertanian dan peternakan. Walaupun begitu, saat ini Jepang menjadi raksasa ekonomi nomor 2 di dunia. Hebat bukan? Padahal kita tahu bahwa Jepang hanya memiliki wilayah yang sangat terbatas. Jepang bagai negara “Industri Terapung” yang sangat besar, mengimpor bahan baku dari semua negara di dunia dan mengekspor barang jadinya. WOW!!



Selain Jepang, kita bicara mengenai negara Swiss. Mendengar kata Swiss pasti kita langsung paham akan terkenal dengan coklatnya yang sangat lezat. Kita pun tahu bahwa Swiss tidak mempunyai perkebunan coklat, tetapi Swiss terkenal sebagai pembuat coklat terbaik di dunia, bukan? Padahal Swiss sangatlah kecil, hanya 11% daratannya yang bisa ditanami. Kita juga tahu bahwa Swiss juga terkenal dengan susunya. Swiss mengolah susu dengan kualitas terbaik, salah satu perusahaan makanan terbesar di dunia adalah Nestle. Swiss juga tidak mempunyai cukup reputasi dalam keamanan, integritas, dan ketertiban. Akan tetapi, sekarang bank-bank di Swiss menjadi bank yang amat disukai di dunia. Banyak sekali orang-orang yang menabung di bank-bank disana.

Para eksekutif dari negara maju yang berkomunikasi dengan temannya dari negara terbelakang akan sependapat bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal kecerdasan. SAR juga bukan merupakan faktor penting. Para imigran yang dinyatakan pemalas di negara mereka berasal ternyata menjadi sumber daya yang sangat produktif di negara-negara maju/kaya di Eropa.

Berdasarkan semua pernyataan tersebut, lalu apa perbedaannya? Perbedaannya adalah attitude (sikap/perilaku) masyarakatnya, dimana telah dibentuk sepanjang tahun melalui kebudayaan dan pendidikan. Berdasarkan analisis atas perilaku masyarakat di negara maju, ternyata bahwa mayoritas penduduknya keseharian mengikuti atau mematuhi prinsip-prinsip dasar kehidupan sebagai berikut.
                                                  PRINSIP DASAR KEHIDUPAN
1.       Etika, sebagai prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari
2.       Kejujuran dan integritas
3.       Bertanggung jawab
4.       Hormat pada aturan dan hukum masyarakat
5.       Hormat pada hak orang atau warga lain
6.       Cinta pada pekerjaan
7.       Berusaha keras untuk menabung dan investasi
8.       Mau bekerja keras
9.       Tepat waktu

Di negara-negara terbelakang/miskin/berkembang, HANYA sebagian kecil masyarakatnya yang mematuhi prinsip dasar kehidupan tersebut. 

                Kita bukanlah miskin (terbelakang) karena kurangnya Sumber Daya Alam (SDA) atau karena alam yang kejam kepada kita. Kita terbelakang karena perilaku kita yang kurang atau bahkan mungkin tidak baik. Kita kekurangan kemauan untuk mematuhi dan mengajarkan prinsip dasar kehidupan yang akan memungkinkan masyarakat kita pantas membangun masyarakat, ekonomi, dan negara.

                Jika kita tidak meneruskan pesan ini, tidak akan terjadi apa-apa pada diri kita! Tetapi, jika kita tidak meneruskan pesan ini, tidak akan terjadi perubahan apa-apa dalam negara kita. Negara kita akan tetap berlanjut dalam kemiskinan dan akan menjadi lebih miskin lagi!

Jika kita mencintai negara kita, teruskan pesan ini kepada teman-teman kita. Agar mereka merefleksikan hal ini. Kita harus mulai dari mana saja. Kita ingin BERUBAH dan BERTINDAK!!




DAN PERUBAHAN DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI!

Komentar

  1. Hai.. salam kenal dari sesama blogger Purbalingga ya..
    Kunjungin juga blog saya donk buat saling sharing ilmu :)
    http://kawanunik.blogspot.co.id

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

e-Government

Cara Membuat List CardView Ada Scrollnya